Selasa, 02 Februari 2010

Susahnya menghadapi Teman MLM

Pukul 19.10, ketika aku sedang menunggu KRL DEPOK Ekspress yang semestinya menurut jadwal masuk stasiun Juanda jam 18.58, seorang kenalanku yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi ....., menghampiriku. Kami terlibat pada pembicaraan ngalor ngidul sekedar membunuh waktu yang tak dihargai oleh PT. KAI.
Sampai pada akhirnya dia bertanya "Mas, sampeyan pernah dengar Tahitian Noni gak ?".
Blas, gak pernah; jawabku sambil menggeleng. Sejurus dia membuka tas ranselnya yang sedari tadi didekapnya dan mengeluarkan sebuah botol berbentuk indah, berisi cairan yang kemudian aku ketahui berisi Tahitian Noni yang tadi dia tanyakan.

Tanpa bertanya, dia memberiku testimoni mengenai benda apa yang sedang dia pegang. Sahibul ceritanya, benda ini adalah cairan mukjijat; yang terbuat dari buah noni, jus bluberi, anggur merah, yang akan mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Beberapa yang dia sebut adalah lupus, penyakit jantung, liver, ....... embuh apa lagi, pokoknya segala macam penyakit yang seram-seram deh.......

Dia juga menceritakan telah banyak orang yang tersentuh mukjijat karena meminum cairan dalam botol itu, Tahitian Noni. Untuk pencegahan juga sangat baik, namun karena harganya yang relatif mahal, kebanyakan orang meminumnya untuk melakukan pengobatan.

Huih..........
Kereta datang dan aku segera naik. Kucoba alihkan pembicaraan ke topik lain, tentang teman yang dulu bersama di Banjarmasin, tentang jalan baru yang telah hampir selesai dibuat di dekat rumahku, dan topik lain.
Namun dia selalu membelokan arah pembicaraan ke arah cairan ajaib itu. Ketika dia mengatakan bahwa cairan itu telah banyak "dimuat" di internet, perlahan kukeluarkan HP Prada di kantongku. Aku googling dengan entri : Tahiti Noni.

Dia terus bercerita mengenai penghasilannya dari Tahiti Noni itu, yang saat ini sekurangnya minimal dua juta per bulan. Juga tentang Bapak .... (? lupa ?) yang sebulannya sudah mencapai lima ratus juta.

Bushh....... Internet di HPku memberi informasi, memang banyak sekali entri tentang cairan ajaib itu.

Namun entah mengapa, aku memilih masuk ke alamat : http://noni.worldwidewarning.net/

Sesuai dengan perkiraanku, teman itu memang sedang menjual PRODUK SAMPAH.
Menurut situs ini, cairan mukjijat yang ditawarkan teman itu ternyata telah menimbulkan banyak kesakitan dan kematian yang sia-sia.

Aku teringat dengan produk sampah lain yang dulu pernah merampok milyaran uang orang-orang yang mudah dikibuli. Dari jamur ....(?), mahkota dewa, buah merah, Susu "Kuda Perempuan" Liar, ................ sarang semut.

Namun aku tak tega untuk membuatnya patah hati. Teman itu kukenal sangat baik.

Terus terang, dalam dadaku memang sejak lama sudah tidak percaya dengan segala macam produk yang dijual secara MLM, alias Menjual Lewat Mulut.

Dulu ada produk yang pemasarannya melalui Menjual Lewat Mulut, namanya aku lupa.
Sahibul kata yang jual, benda itu bisa menyembuhkan penyakit apapun, dari kanker sampai panu, dari bisul sampai Lepra, dari jantung sampai kutil.

Karena yang menjadi agennya kebetulan adalah juniorku di kantor, aku tanpa ragu ganti memberinya testimoni :

Okelah, ini obat yang luar biasa manjur.
Jika banyak orang tau mengenai kemanjuran obat ini, orang pasti akan berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara.
Jika sudah begitu, bodoh sekali produsennya kalau tidak menjajakan produk itu di tempat-tempat yang mudah dijangkau konsumen, seperti apotik, toko obat, mall, atau kalau perlu digelar di kaki lima.
Namun tentulah tidak seperti itu, sehingga sang produsen memilih menjualnya secara terbatas, hanya dari mulut ke mulut, dari teman ke teman.

Namun sang junior tak mau sekali skak mat, dia masih berkelit dengan alasan-alasannya.
Dari keinginan untuk menyejahterakan member MLM sampai alasan agar tidak menjadi mahal harganya, agar konsumen lebih memahami cara penggunannya, dan banyak lagi lainnya.
Dan........... semuanya bullshit, tahikerbau !!!!

Benda-benda bermukjijat itu sekarang telah habis, tidak laku lagi dipasarkan dari Moncong ke Moncong.

Wahai kawan, mari pelajari hasil pencarian dari mesin google. Hampir semua situs yang mengklaim kemanjuran atau kemukjijatan benda-benda ajaib itu, adalah pedagang yang menjual benda "ajaib" itu. Jadi klai sepihak dari orang yang mencari keuntungan dari orang yang mau mempercayai moncongnya ..................

Mengerikannya lagi, benda ajaib nan bermukjijat itu ternyata telah menimbulkan banyak kematian orang-orang yang dapat dibujuk untuk percaya.

Ahhhh..........